![]() |
| Fatima Ezzahra El Mansouri. (Foto: Dok. Persisma) |
El Mansouri merupakan koordinator kepemimpinan kolektif Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM). Penunjukan tersebut menjadikan El Mansouri sebagai perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Maroko.
Usai audiensi di Rabat, El Mansouri mengapresiasi kepercayaan Raja Mohammed VI dan berkomitmen segera membentuk kabinet.
"Ini momen bersejarah bagi negara kita karena untuk pertama kalinya perempuan ditunjuk memimpin pemerintahan. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan seluruh perempuan di negeri ini,” ujar El Mansouri dalam keterangannya kepada awak media.
El Mansouri kini memasuki tahap pembentukan pemerintahan melalui konsultasi politik dan penyusunan kabinet. Daftar anggota kabinet selanjutnya akan diajukan untuk mendapat persetujuan Raja Mohammed VI.
Penunjukan El Mansouri mendapat perhatian dari Indonesia. Presiden Persisma, Wilson Lalengke, menyampaikan ucapan selamat atas pemilu dan pembentukan pemerintahan baru Maroko.
"Kami yakin di bawah pemerintahan baru yang didirikan oleh persatuan dan dedikasi tinggi, Maroko akan terus meraih keberhasilan di berbagai sektor," kata Wilson di Jakarta, Rabu (30/30/2026).
Wilson menambahkan, Persisma berkomitmen memperkuat hubungan sejarah dan diplomasi antar-masyarakat (people-to-people diplomacy) antara Indonesia dan Maroko.
Ia berharap pemerintahan baru dapat menjalankan mandat dengan mengedepankan persatuan, solidaritas, dan kepentingan masyarakat Maroko.
Persisma mendorong penguatan hubungan Maroko dengan negara sahabat, termasuk Indonesia. Wilson berharap pemerintahan baru memperkuat kerja sama ekonomi, sosial, dan diplomasi bilateral kedua negara.
Penunjukan El Mansouri berlangsung setelah PAM meraih 97 dari 395 kursi parlemen pada pemilu legislatif 23 September 2026, sehingga membutuhkan dukungan koalisi untuk membentuk pemerintahan.
Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.472
