Kegiatan bertajuk Aksi Kolaborasi Hijau #85 tersebut melibatkan Forkopimcam, APDESI, LSM, Ormas, OKP, Pegiat Lingkungan, hingga masyarakat.
Dalam kegiatan itu, sebanyak lebih dari 30 Peserta menanam pohon konservasi seperti beringin, ganitri, dan kamper, sekaligus melakukan pemeliharaan tanaman yang telah ditanam sebelumnya.
Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono mengatakan peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pelestarian lingkungan.
"Keamanan dan kesejahteraan masyarakat tidak akan terlepas dari kelestarian alam. Karena itu, kolaborasi menjaga lingkungan harus terus diperkuat," ujarnya.
Selain penanaman, peserta juga melakukan pemeliharaan tanaman melalui pemupukan, pembersihan gulma, dan evaluasi kondisi pohon yang telah ditanam pada kegiatan sebelumnya agar dapat tumbuh optimal.
Camat Cikajang Riyana Tasripin mengapresiasi inisiatif Polsek Cikajang yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan penghijauan.
"Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar memberikan manfaat berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut H. Jaeni menegaskan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari keberhasilan merawatnya hingga tumbuh besar.
Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", Polsek Cikajang menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi melalui pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
428
