Pelatihan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas siswa SDN Ciaripin, warga, dan petugas BPBD Kecamatan Ciambar. Mereka mendapat materi tentang penyebab gempa, potensi risiko, serta langkah penyelamatan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Ketua Tim KUM-ITT Desa Munjul 2026, Ester Elizabeth, mengatakan mahasiswa menggelar simulasi evakuasi serta memasang rambu kebencanaan di lingkungan sekolah.
"Rambu tersebut dibuat dari bahan sederhana maupun material bekas yang masih layak digunakan. Sedangkan untuk versi yang lebih baik bisa memanfaatkan plat bekas serta tiang yang tidak terpakai," ujar Ester, Jumat (17/7/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan KUM-ITT Desa Munjul 2026, Faisal Adinegoro, S.T., M.Eng., mengatakan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan gempa sehingga edukasi mitigasi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Petugas BPBD Kecamatan Ciambar, Dedi Supianto, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap rambu kebencanaan yang dipasang dapat membantu proses evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
Selain itu, penyuluhan pencegahan stunting, DBD, pengelolaan sampah, pelatihan Bahasa Inggris, pengembangan wisata Cimunjul Riverside, revitalisasi PAUD, serta pemasangan cermin cembung dan lampu penerangan jalan turut digelar.
Kepala Desa Munjul, Ujang Aos, mengapresiasi kontribusi mahasiswa Universitas Trisakti dan berharap seluruh program yang dijalankan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pembangunan desa.
Reporter: E. Hamid
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
311
