Sikap tersebut dituangkan dalam Komunike Bersama seusai pertemuan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, dan Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, di Accra, Selasa (21/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Ghana juga menyambut baik Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 yang mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta utusan khususnya untuk memfasilitasi proses politik menuju penyelesaian damai berdasarkan usulan otonomi Maroko.
Pemerintah Ghana menilai Rencana Otonomi merupakan solusi yang realistis untuk mewujudkan penyelesaian yang adil, berkelanjutan, dan saling menguntungkan sesuai Piagam PBB.
Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma) Wilson Lalengke mengapresiasi dukungan Ghana terhadap Rencana Otonomi Maroko. Menurutnya, hal itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap penyelesaian konflik melalui dialog.
"Rencana Otonomi Maroko sebagai solusi paling realistis untuk mengakhiri konflik Sahara secara damai," ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Wilson menegaskan Persisma siap memperkuat diplomasi masyarakat melalui kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, investasi, dan pertukaran budaya antara Indonesia, Maroko, dan negara-negara Afrika.
Selain membahas isu Sahara, Maroko dan Ghana juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.
Reporter: F.A. Fadilah. A
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
517
Tags
Internasional
