![]() |
| Inspektorat Kabupaten Cianjur siap periksa Proyek Irigasi Rp50 Juta di Desa Kanoman. (Foto: Dok. Rian) |
Salah seorang warga, Dede Hermawan, mempertanyakan rincian penggunaan anggaran, mulai dari pembelian material hingga biaya tenaga kerja. Menurutnya, hasil pekerjaan di lapangan tidak mencerminkan besarnya anggaran yang dialokasikan.
"Ini bukan hanya soal irigasi Cipadang Gunung. Kami meminta seluruh pembangunan di Desa Kanoman diaudit agar penggunaan anggaran benar-benar transparan," ujar Dede, Kamis (24/7/2026).
Dede mengungkapkan, setelah warga menyampaikan protes, pelaksana proyek disebut melakukan penambahan material berupa pasir dan semen untuk memperbaiki hasil pekerjaan.
Inspektorat Kabupaten Cianjur memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Inspektur Pembantu Endan Hamdani mengatakan pihaknya telah menerima aduan masyarakat dan segera menurunkan tim pemeriksa.
"Kami sudah menerima aduannya. Nanti tim akan turun untuk melakukan pemeriksaan," katanya.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Kanoman menyatakan persoalan tersebut telah difasilitasi bersama pihak kecamatan. Menurutnya, Camat Cibeber telah memanggil sejumlah pihak, termasuk perwakilan media, dan pekerjaan juga telah melalui monitoring serta evaluasi (monev).
Meski demikian, warga tetap mendesak adanya keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran proyek agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil monitoring dan evaluasi maupun rincian penggunaan anggaran proyek.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
207
