![]() |
| Koordinator Nasional Presidium Pemuda Barat Rifqi Maulana, S.H., (Foto: Dok. Rifqi) |
Koordinator Nasional Presidium Pemuda Barat Rifqi Maulana, S.H., menilai perdamaian Aceh harus menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan dan masa depan generasi muda.
“Jangan wariskan konflik kepada generasi berikutnya. Wariskan perdamaian, pendidikan, kesempatan dan masa depan,” ujar Rifqi.
Ia menilai setiap perbedaan pandangan perlu diselesaikan melalui dialog, persaudaraan, serta mekanisme hukum yang berlaku.
Rifqi menegaskan pemuda berperan strategis dalam menjaga persatuan dan kondusivitas Aceh serta terlibat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Pemuda harus naik kelas dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Menurutnya, Aceh membutuhkan kolaborasi lintas elemen. Keberhasilan perdamaian harus dirasakan melalui peningkatan keamanan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan.
“Energi perdebatan harus digeser menjadi energi pembangunan. Pemuda harus fokus pada lapangan kerja, ekonomi, pendidikan, dan daya saing Aceh,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menghormati sejarah tanpa terus hidup dalam bayang-bayang konflik serta menjadikan perdamaian sebagai pijakan untuk membangun Aceh yang maju dan sejahtera.
“Aceh tidak membutuhkan lebih banyak sekat. Aceh membutuhkan lebih banyak jembatan,” pungkasnya.
Rifqi berharap pemerintah dan masyarakat terus memperkuat komunikasi serta kepercayaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan Aceh.
Penulis: Rifqi Maulana, S.H.,
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
527
