BREAKING NEWS
TRANSTV JABAR | Media Universal Berwawasan Profesioal Pastikan informasi dari sumber yang kredibel, Ikuti Perkembangan berita terbaru hanya diTRANSTV JABAR

Denmark Dukung Rencana Otonomi Sahara Maroko, Persisma Apresiasi Upaya Diplomasi PBB

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen bersama Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dalam pertemuan di Kopenhagen yang membahas hubungan bilateral dan isu Sahara. (Foto: Dok. Persisma)
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen bersama Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dalam pertemuan di Kopenhagen yang membahas hubungan bilateral dan isu Sahara. (Foto: Dok. Persisma)

TRANS
TV JABAR | KOPENHAGEN
- Denmark menyatakan dukungan terhadap rencana otonomi yang diajukan Maroko sebagai dasar untuk mencapai solusi politik yang disepakati para pihak dalam persoalan Sahara.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen dalam keterangan pers saat kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di Kopenhagen, Jumat (4/9/2026).

Rasmussen menilai proposal otonomi Maroko sebagai rencana kredibel yang berkontribusi penting terhadap proses politik di bawah naungan PBB.

Denmark juga mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 yang menjadikan proposal otonomi Maroko sebagai dasar negosiasi untuk mencapai penyelesaian politik yang adil dan berkelanjutan.

Sikap Denmark diapresiasi Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood (Persisma). Presiden Persisma, Wilson Lalengke, menilai dukungan tersebut menegaskan pentingnya diplomasi dan dialog dalam penyelesaian persoalan Sahara.

Menurut Wilson, penyelesaian sengketa teritorial membutuhkan pendekatan yang mengedepankan dialog, saling menghormati, serta kepentingan masyarakat.

“Dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko menunjukkan bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan penting dalam mencari solusi damai,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan Persisma akan terus mendukung upaya diplomasi yang mendorong hubungan persahabatan antarbangsa serta penyelesaian konflik secara damai.

Wilson juga menilai keterlibatan negara-negara dalam proses politik yang difasilitasi PBB dapat menjadi bagian penting dalam mencari solusi yang dapat diterima seluruh pihak.

Sementara itu, isu Sahara masih diproses melalui mekanisme politik PBB. Resolusi 2797 memperpanjang mandat MINURSO hingga 31 Oktober 2026 sekaligus mendorong negosiasi menuju penyelesaian politik yang adil.

Reporter:. F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


894  
Lebih baru Lebih lama