BREAKING NEWS
TRANSTV JABAR | Media Universal Berwawasan Profesioal Pastikan informasi dari sumber yang kredibel, Ikuti Perkembangan berita terbaru hanya diTRANSTV JABAR

Khofifah Buka Ruang Sinergi dengan ICMI Jatim, Perkuat Riset dan Inovasi sebagai Solusi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah Jawa Timur periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dok. Three)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah Jawa Timur periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Dok. Three)

TRANS
TV JABAR
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jatim untuk memperkuat riset, inovasi, dan ilmu pengetahuan sebagai solusi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur Periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (21/9/2026).

Khofifah menilai pengukuhan ICMI Jatim menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan kalangan cendekiawan.

“Cendekiawan berperan strategis dalam membaca perubahan, menghasilkan pengetahuan, dan mendorong solusi yang dapat diterapkan di masyarakat,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan kekuatan pangan dan SDM Jatim menjadi modal pengembangan riset dan inovasi. Dengan 42 juta penduduk dan beragam potensi, Jawa Timur disebut sebagai living laboratory bagi akademisi.

Berdasarkan data BPS, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi nasional sejak 2020 hingga semester I 2026. Kekuatan SDM Jatim juga ditopang 7.347 pesantren dengan sekitar 660 ribu santri dan lebih dari 41 ribu ustaz serta ustazah.

Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, siap membuka ruang kolaborasi penguatan riset dan inovasi melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, dan organisasi cendekiawan seperti ICMI.

“Kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara melalui kerja bersama berbasis potensi daerah, pengetahuan, inovasi, dan kualitas SDM,” ujarnya.

Ia berharap ICMI Jatim dapat memberikan rekomendasi berbasis pengetahuan sekaligus memperkaya kebijakan publik di Jawa Timur.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria. Ia menilai ICMI Jatim dapat memperkuat kebijakan berbasis bukti ilmiah.

“Jadi tidak hanya understanding, tetapi juga building. Gagasan Ibu Gubernur dan Pak Wagub sangat futuristik untuk menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai ICMI memiliki peran strategis dalam memperkuat kebijakan publik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Banyak ruang pengabdian bagi kecendekiawanan di Jawa Timur. Saya berharap ICMI Jatim bukan hanya besar organisasinya, tetapi juga besar dampaknya,” pungkas Emil.

Pengukuhan ICMI Jatim periode 2026-2031 tersebut mengusung semangat mengembalikan dampak dan memperkuat peran intelektual sebagai penuntun peradaban yang inklusif dan transformatif menuju Indonesia Emas.

Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR


315  
Lebih baru Lebih lama