Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke tersebut membahas penguatan diplomasi publik melalui kerja sama media, kebudayaan, dan edukasi. Dubes Redouane didampingi Penasihat Komunikasi Kedubes Maroko, Mrs. Tamou Samri.
Audiensi menghasilkan sembilan agenda kerja sama yang dituangkan dalam Risalah Pertemuan atau Minutes of Meeting tertanggal 7 September 2026.
Agenda tersebut mencakup resepsi pers Indonesia pada 29 September 2026, talkshow otonomi khusus Indonesia-Maroko, apresiasi media mitra, serta quarterly press briefing bersama Dubes Maroko.
Kedua pihak juga menyepakati Moroccan Week pada 31 Oktober hingga 6 November 2026, kunjungan empat jurnalis Indonesia ke Maroko pada Desember 2026, serta kuliah umum Ambassador Visit2Campus di sejumlah perguruan tinggi Indonesia.
Selain itu, disepakati publikasi berkelanjutan terkait kegiatan dan kebijakan Pemerintah Kerajaan Maroko melalui jaringan PPWI Media Group serta kegiatan bersama jurnalis Indonesia dan Maroko untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Wilson Lalengke mengatakan PPWI siap menjadi jembatan informasi yang objektif dan edukatif mengenai Maroko kepada masyarakat Indonesia.
“Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan media, melainkan manifestasi nyata dari diplomasi publik yang melibatkan peran aktif masyarakat sipil,” ujar Wilson.
Sementara itu, Dubes Redouane Houssaini menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai media serta jurnalis warga berperan penting dalam membangun pemahaman publik dan memperkuat hubungan Indonesia-Maroko.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui pertukaran informasi, kebudayaan, pendidikan, dan kerja sama jurnalistik.
Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.112
