![]() |
| Mahasiswa STAINU Cianjur sekaligus Sekretaris PMII, M. Fikri Aryansyach. (Foto: Dok. Rian) |
Mahasiswa STAINU Cianjur sekaligus Sekretaris PMII, M. Fikri Aryansyach, meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi dan dikelola secara transparan.
Fikri menegaskan, pengawasan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan ketentuan, bukan untuk menghambat kebijakan pemerintah.
“Pengawalan ini untuk memastikan MBG berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Fikri.
PMII menyoroti komposisi dan kecukupan porsi makanan, mulai dari nasi, sayuran, lauk, makanan olahan, gorengan hingga kondisi buah, berdasarkan dokumentasi yang diperoleh.
Namun, Fikri menegaskan dokumentasi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.
“Dokumentasi tersebut bukan vonis, tetapi dasar untuk mempertanyakan kesesuaian menu dengan standar gizi,” katanya.
Selain transparansi pengadaan dan pengelolaan SPPG, PMII juga menyoroti keterlibatan warga, potensi konflik kepentingan, kebersihan, serta pengelolaan limbah dapur.
“Program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan gizi, keamanan pangan, kualitas, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Fikri menegaskan pihaknya tidak meminta program MBG dihentikan. PMII mendorong perbaikan apabila ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
Ia menyatakan akan terus mengawal pengelolaan SPPG Sukaharja melalui audiensi, klarifikasi, kajian, dan pengawasan publik sesuai ketentuan hukum.
Fikri berharap pengelolaan SPPG dapat diperiksa secara terbuka sehingga pelaksanaan MBG di Desa Sukaharja berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRANSTV JABAR
764
