Kegiatan diisi penanaman ratusan pohon untuk memperkuat tutupan vegetasi dan mendukung pemulihan ekosistem kawasan perbukitan.
Sejak berdiri pada 2 November 2024, komunitas ini telah menggelar 112 aksi di 12 titik Cikajang dan Cigedug dengan menanam lebih dari 25.000 pohon.
Camat Cikajang Riyana Tasripin mengapresiasi konsistensi komunitas tersebut dan berharap gerakan penghijauan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
“Persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga gerakan ini terus konsisten dan mengajak lebih banyak masyarakat menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ketua Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyebut perjalanan organisasi selama dua tahun diwarnai keterbatasan operasional dan tantangan menjaga semangat relawan.
“Alhamdulillah, selama dua tahun Kolaborasi Hijau Garut tetap konsisten hingga Aksi ke-112. Gerakan ini berawal dari keterbatasan, namun didukung kepedulian, kebersamaan, dan semangat pengabdian,” ungkap Jaeni.
Jaeni menegaskan, keberhasilan penghijauan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga merawatnya agar tumbuh dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Mengusung semangat “Sedekah Oksigen, Sedekah untuk Alam”, Kolaborasi Hijau Garut mengajak masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan berkolaborasi menjaga kelestarian lingkungan.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRANSTV JABAR
627
