![]() |
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko (Foto: dok. Tri Wahyudi) |
Desakan tersebut disampaikan menyusul prakiraan musim kemarau tahun ini yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan sifat bawah normal atau lebih kering dari rata-rata tahunan.
“Saya mendesak Pemprov Jatim dan pemerintah daerah setempat untuk siaga terhadap kebutuhan air bersih dalam menghadapi musim kemarau panjang tahun ini,” ujar Dewanti, Jumat (29/5/2026).
Politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan Wali Kota Batu itu menegaskan, langkah mitigasi harus segera dilakukan agar distribusi air bersih dapat tepat sasaran, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
Selain penyediaan air bersih, Dewanti juga mendorong pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca guna membantu memicu hujan di daerah terdampak kekeringan.
“Tentunya perlu dilakukan mitigasi terlebih dahulu daerah mana saja yang sangat mendesak membutuhkan air bersih. Setelah dilakukan pemetaan, baru dilakukan OMC,” katanya.
Menurutnya, antisipasi sejak dini penting dilakukan agar dampak kemarau panjang tidak meluas terhadap kebutuhan dasar masyarakat, sektor pertanian, hingga kesehatan lingkungan.
Di Jawa Timur sendiri, ratusan desa diperkirakan berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Sejumlah daerah langganan kekeringan seperti Kabupaten Bojonegoro dan Bondowoso mulai masuk perhatian pemerintah karena berpotensi mengalami status siaga darurat kekeringan.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR
953
