Salat Idul Adha dimulai pukul 06.08 WIB dengan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH Abdul Hamid Abdullah. Khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof Dr KH Abd Halim Soebahar dengan tema keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membina generasi unggul.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak umat Islam meneladani nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Keimanan dan ketakwaan yang diteladankan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT,” ujarnya.
Usai salat Idul Adha, Khofifah menyerahkan secara simbolis sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto kepada pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) tersebut memiliki bobot sekitar 1,1 ton dan berasal dari peternak Akhmad Ritaudin asal Lamongan.
Selain itu, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban miliknya berjenis Belgian Blue dengan bobot sekitar 1 ton yang berasal dari peternak Faisal Efendi asal Mojokerto.
“Sapi ini memiliki tingkat pertumbuhan cepat dan produksi daging yang lebih padat,” katanya.
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tahun ini menerima dan menyembelih 23 ekor sapi serta 49 ekor kambing untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Khofifah memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan sehat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan vaksinasi, pengobatan ternak, serta pengawasan kesehatan hewan kurban di berbagai daerah.
“Alhamdulillah stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat,” tegasnya.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, sebanyak 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan disiagakan untuk mengawasi pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Selain itu, Jawa Timur juga menerima bantuan kemasyarakatan berupa 39 ekor sapi kurban dari Sekretariat Kepresidenan.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.808
