Menag Tegaskan Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang dan Harus Jadi Evaluasi

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menanggapi pertanyaan wartawan di depan Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2026) (Foto. Dok. F. A)
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menanggapi pertanyaan wartawan di depan Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2026)

TRANS
TV 
JABAR | JAKARTA
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan insiden pembubaran kegiatan ibadah yang terjadi di Bantul tidak boleh terulang kembali dan harus menjadi evaluasi bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menjawab pertanyaan wartawan di depan Wihara Ekayana Arama, Minggu (31/5/2026).

"Itu merupakan tantangan yang harus kita hadapi dan lewati bersama. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang," tegas Nasaruddin Umar.

Menurutnya, Kementerian Agama terus berupaya memastikan setiap persoalan keagamaan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Kementerian Agama berupaya agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara tepat dan cepat. Itulah semangat yang ingin kita bangun saat ini, yaitu tidak membiarkan persoalan tanpa penyelesaian," ujarnya.

Menag menegaskan tidak ada pihak yang menginginkan terjadinya tindakan anarkis dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

"Terkait keributan dan tindakan yang mengarah pada anarkisme dalam peristiwa tersebut, tentu tidak ada pihak yang menyukai hal-hal seperti itu," katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus mengedepankan sikap saling menghormati, memperkuat dialog, dan menjaga semangat persaudaraan.

Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan modal penting untuk menjaga persatuan serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


968  
Lebih baru Lebih lama