TPT Desa Mekarsari Roboh, Warga Desak Audit Teknis dan Evaluasi Mutu Pekerjaan

Tembok Penahan Tanah (TPT) roboh di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (Foto: dok. Fadil)
Tembok Penahan Tanah (TPT) roboh di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi (Foto: dok. Fadil)

TRANS
TV 
JABAR | SUKABUMI
- Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami roboh dan menimbulkan material longsoran yang menutupi sebagian badan jalan, Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan kondisi di lokasi, struktur TPT tampak mengalami kerusakan cukup parah. Material beton berserakan di area bawah tebing, sementara sebagian konstruksi terlihat ambruk tidak lagi mampu menahan tanah di bagian atas.

Sejumlah warga menilai kerusakan tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi terkait. Mereka mempertanyakan mutu pekerjaan karena kondisi konstruksi tidak mampu bertahan dalam waktu yang semestinya.

“Jika pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan mengutamakan kualitas, konstruksi seperti ini seharusnya memiliki daya tahan yang baik. Karena itu perlu dilakukan evaluasi,” ujar seorang warga DA.

Warga juga meminta dilakukan audit teknis untuk memastikan apakah pembangunan TPT telah dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi pekerjaan atau bestek yang telah ditetapkan.

Menurut mereka, penyebab robohnya konstruksi tidak dapat dikaitkan langsung dengan faktor alam tanpa kajian teknis yang objektif guna memastikan ada atau tidaknya kesalahan perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, kualitas material, maupun pengawasan proyek.

Selain berpotensi menimbulkan kerugian keuangan, kerusakan konstruksi juga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas pembangunan TPT tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan investigasi dan mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang serta tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


1.128  
Lebih baru Lebih lama