![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dzikir, sholawat, dan doa menyambut 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur. (Foto: Tri Wahyudi) |
Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 masyarakat dari berbagai wilayah ini juga diikuti Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, serta unsur tokoh agama.
Acara berlangsung khidmat dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah, serta tausiyah oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, dilanjutkan dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan.
“Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momentum refleksi dan pembelajaran penting tentang proses hijrah yang memberi nilai kebaikan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan, makna hijrah tidak hanya perpindahan fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan.
Khofifah juga menekankan pentingnya semangat tolong-menolong sebagaimana dalam Surah Al-Maidah ayat 2 sebagai landasan memperkuat kesalehan sosial di masyarakat.
“Yang penting adalah bagaimana kita terus bergerak dari kebaikan yang satu menuju kebaikan berikutnya,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan tahun baru 1448 Hijriah membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR
877
