![]() |
| Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, bersama jajaran PMI Kabupaten Cianjur saat peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Cianjur. (Foto: Rian Sagita) |
Kegiatan yang dihadiri Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian itu menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Pada kesempatan tersebut, PMI juga mengungkap kondisi persediaan darah yang tengah mengalami kekurangan.
Bupati Cianjur mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup positif dan berkelanjutan.
"Kami berharap generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, bukan hanya saat ada imbauan darurat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cianjur Ahmad Fikri mengungkapkan, dari 3.013 warga yang mendaftar sebagai calon pendonor pada periode 6 hingga 13 Juni 2026, hanya 163 orang yang memenuhi syarat kesehatan untuk mendonorkan darah.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan stok darah PMI Cianjur menipis. Dalam dua pekan terakhir, persediaan darah hanya sekitar 20 kantong, jauh di bawah kebutuhan harian yang mencapai sedikitnya 30 kantong.
"Karena itu, kami menjalin kerja sama dengan PMI Bogor dan Jakarta untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Cianjur," jelasnya.
Ia menegaskan biaya yang dikenakan kepada pasien bukan untuk membeli darah, melainkan untuk menutupi biaya pengolahan, pengujian, dan penyimpanan darah sebelum digunakan untuk keperluan medis.
Untuk memenuhi kebutuhan pasien, terutama penderita talasemia yang memerlukan transfusi darah rutin, PMI Cianjur saat ini menjalin kerja sama dengan PMI Bogor dan Jakarta.
Ke depan, PMI Cianjur akan meningkatkan sosialisasi donor darah ke sekolah, komunitas, dan lingkungan masyarakat guna menambah jumlah pendonor aktif serta memperkuat ketersediaan stok darah di daerah.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRANSTV JABAR
485
