![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Tri Wahyudi) |
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren sekaligus memperluas peluang karier dan profesi santri di berbagai bidang strategis.
“Melalui program ini, santri mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di bidang STEM sebagai bagian dari penguatan diversifikasi profesi berbasis pesantren,” ujar Khofifah saat peluncuran Program Beasiswa LPPD 2026 di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, integrasi pendidikan pesantren dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang memiliki dasar keagamaan kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan beasiswa bagi 1.100 mahasiswa dan mahasantri yang mencakup program Ma’had Aly, jenjang S1, S2, S3, program STEM di perguruan tinggi negeri, hingga studi ke Al-Azhar University di Mesir.
Selama enam tahun terakhir, Program Beasiswa LPPD telah menjangkau 7.976 mahasiswa dan mahasantri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Program tersebut telah melahirkan ribuan lulusan sarjana, magister, dan doktor yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Ketua LPPD Jawa Timur, Abd. Halim Soebahar, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan pendidikan pesantren.
Menurutnya, program beasiswa tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Program ini telah terbukti melahirkan SDM berkualitas dan menjadi investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” ujarnya.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR
905
