Peluncuran dilakukan oleh Luhut Binsar Pandjaitan bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Tito menyebut integrasi tersebut bagian dari penguatan SPBE.
Menurut Tito, data kependudukan merupakan fondasi penting dalam pelayanan publik digital karena terus diperbarui berdasarkan berbagai peristiwa kependudukan.
"Jadi ada yang lahir, ada yang wafat, ada yang pindah, ada yang single, ada yang baru dan selanjutnya. Itu bergerak setiap menit," ujar Tito.
Integrasi ini menghubungkan data kelahiran di faskes dengan SIAK, sehingga proses penerbitan akta kelahiran dapat dilakukan lebih cepat tanpa tahapan administrasi yang panjang.
Melalui layanan tersebut, data bayi yang lahir di fasilitas kesehatan dapat langsung diproses untuk penerbitan akta kelahiran.
"Langsung connect, lahir hari itu juga langsung kita keluarkan akta kelahiran," tegas Tito.
Pemerintah menilai digitalisasi data kependudukan dapat meningkatkan ketepatan layanan dan bantuan sosial. Keterhubungan data juga membantu pemerintah memantau riwayat penerima bantuan.
Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan pelaporan kelahiran di luar fasilitas kesehatan untuk mempercepat dan memastikan pencatatan dokumen kependudukan.
Reporter: Hutabarat
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR
731
