BREAKING NEWS
TRANSTV JABAR | Media Universal Berwawasan Profesioal Pastikan informasi dari sumber yang kredibel, Ikuti Perkembangan berita terbaru hanya diTRANSTV JABAR

HUT ke-32 AJI, Nany Afrida Tegaskan Pers Bukan Alat Kekuasaan dan Bukan Musuh Negara


Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida. (Foto: Dok. Thamrin)
Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida. (Foto: Dok. Thamrin)

TR
ΛNSTV 
JΛBΛR
 | JAKARTA
- Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) menegaskan komitmennya menjaga kebebasan pers di tengah tekanan, intimidasi, kekerasan, dan ancaman kriminalisasi terhadap jurnalis. Penegasan disampaikan dalam HUT ke-32 AJI bertema "Bertahan, Bersuara, Berkarya".

Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menegaskan pers bertugas menyampaikan fakta dan menjaga kepentingan publik, bukan menyenangkan penguasa. Jurnalis juga wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan memenuhi hak masyarakat atas informasi.

Nany menilai label peyoratif terhadap jurnalis kritis tidak boleh menghambat kerja jurnalistik. Ia menegaskan jurnalis harus tetap profesional dan independen.

“Jurnalis bukan musuh negara, bukan makar. Kritik bukan hal yang berat, pertanyaan bukan penghinaan, dan investigasi bukan provokasi,” tegas Nany.

AJI menegaskan pers bukan oposisi politik maupun alat propaganda kekuasaan. Pers bertugas menguji kebijakan, mengungkap fakta, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

AJI juga mengingatkan bahwa kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi dapat menimbulkan efek gentar bagi jurnalis. Kondisi ini berisiko menghambat kerja kritis dan mengurangi akses masyarakat terhadap informasi publik.

Memasuki lebih dari tiga dekade era reformasi, AJI menilai kebebasan pers bukan hadiah bagi wartawan, melainkan hak publik yang wajib dijamin negara. Jurnalis tetap bertanggung jawab atas karya dan wajib menaati kode etik.

“Martabat jurnalis ditentukan oleh keberanian bekerja secara independen. Sebagai perisai terakhir demokrasi, itulah tugas jurnalis,” ujar Nany.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRΛNSTV JΛBΛR


663  
Lebih baru Lebih lama