BREAKING
NEWS
TRANSTV JABAR: Media Universal Berwawasan Profesional Menyajikan Informasi Terkini dan Terpercaya | Pemerintahan-Pendidikan-Ekonomi-Bisnis-Nasional-Dunia-Pariwisata-Olahraga-Daerah-Internasional

Krisis Rujukan Kesehatan: Nyawa Terhenti di IGD, Pengawasan Pemda Sukabumi Disorot


Rumah Sakit Bhakti Medicare, Cicurug (Fto: Dok. F. A)

TRANSTV JABAR | SUKABUMI - Kematian Thasya Alfin Yani (15), remaja asal Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan publik. Ia meninggal dunia di IGD RS Bhakti Medicare Cicurug, Sabtu (18/4/2026) malam, diduga akibat keterlambatan penanganan medis.

Dalam kondisi kritis, pasien dilaporkan harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian rumah sakit rujukan. Penanganan terhambat karena keterbatasan ruang perawatan dan minimnya dokter spesialis digestif anak.

Pihak rumah sakit menyebut telah mengirimkan data pasien ke sejumlah rumah sakit di Sukabumi dan Bogor. Namun, hingga malam hari, pasien belum mendapatkan rujukan.

“Sudah dikirim ke beberapa rumah sakit, tetapi jawabannya penuh. Memang sulit mencari spesialis digestif anak,” ujar pihak IGD

Keluarga korban menilai tidak ada langkah cepat dalam penanganan pasien. Minimnya komunikasi selama kondisi kritis menjadi keluhan utama.

“Kami hanya diminta menunggu tanpa kejelasan dan tindakan,” ungkap keluarga.

Kasus ini menyoroti lemahnya sistem rujukan kesehatan di daerah. Pemkab Sukabumi dinilai perlu memastikan layanan darurat berjalan optimal.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari sejumlah pemangku kebijakan daerah terkait kasus tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi menyeluruh, mulai dari ketersediaan dokter spesialis, kapasitas rumah sakit, hingga koordinasi antar fasilitas kesehatan.

Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kasus serupa akan kembali terulang.

Reporter : F. A. Fadilah. A


 👁  2.873 

© Copyright 2024 - TRANSTV JABAR