Terinspirasi Dewa 19: Desa Purwasari Luncurkan 19 Inovasi SANKOPURI Siap Tembus Penilaian HANI 2026

Kepala Desa Purwasari, RD. Agus Setiagunawan, bersama Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Dr. Yuhernawa, S.H., M.M. (Foto: Dok. RD. Agus Setiagunawan)

TRANSTV JABAR | SUKABUMI - Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menegaskan langkah progresif dalam memperkuat ketahanan sosial melalui peluncuran 19 inovasi strategis Program Satuan Kolaborasi Purwasari Bersih Narkoba (SANKOPURI) menghadapi penilaian HANI 2026.

Dipimpin Kepala Desa Rd. Agus Setiagunawan, inisiatif ini tak sekadar administratif, melainkan gerakan kolektif yang mengintegrasikan pendekatan struktural, kultural, dan digital dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat desa.

Mengusung semangat progresif yang terinspirasi dari Dewa 19, Desa Purwasari merumuskan 19 langkah intervensi sebagai fondasi transformasi sosial berbasis kesadaran kolektif.

Program ini meliputi penguatan regulasi, konsolidasi lintas RT/RW, Satgas, dan mitra kamtibmas, serta edukasi masyarakat tentang bahaya narkoba, didukung pembangunan Pos P4GN dan patroli rutin serta gabungan lintas instansi untuk memperkuat pengawasan wilayah.

Pendekatan inovatif turut diperkuat melalui pemberian beasiswa bagi Duta Anti-Narkoba, tes urine gratis berbasis CSR, serta pemasangan baliho edukatif di titik strategis desa. 

Lebih jauh, SANKOPURI juga mengintegrasikan pendekatan humanistik dan digital melalui pembinaan mantan pengguna narkoba, layanan konsultasi offline dan online, serta produksi konten edukatif melalui studio podcast. Pendekatan kultural turut dilakukan dengan membentuk grup musik bertema "anti-narkoba" sebagai media kampanye yang menyasar generasi muda.

Pada aspek penguatan sistem, desa juga melakukan pemantauan intensif di zona rawan, program Agen Pemulihan di tingkat RT, serta merancang media edukatif seperti kalender tematik anti-narkoba 2026 sebagai instrumen pengingat kolektif.

Kepala Desa Purwasari, Rd. Agus Setiagunawan, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga pada ketahanan moral dan sosial masyarakat.

“Pencegahan narkoba bukan soal program, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua, masyarakat, dan pemimpin. Desa harus menjadi rumah yang aman, tempat dimana generasi tumbuh dengan harapan, bukan dengan ancaman,” tegasnya

Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan, Purwasari kini menapaki fase baru sebagai desa yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi ancaman laten narkotika.

Upaya ini sekaligus menempatkan Desa Purwasari sebagai kandidat kuat dalam penilaian HANI 2026, serta menjadi representasi model desa masa depan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaulat secara sosial.

Reporter: F. A. Fadilah. A


 👁  1.643 

Lebih baru Lebih lama