Ia menekankan bahwa tanggung jawab pelayanan kesehatan tidak hanya berada pada tenaga medis, tetapi juga mencakup sistem dan manajemen di setiap fasilitas layanan kesehatan (faskes).
“Jika kejadian seperti itu terjadi di RSUD atau puskesmas, kepala rumah sakitnya akan saya copot. Ini tanggung jawab pimpinan,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Saat menerima laporan terkait insiden tersebut, Farhan mengaku langsung melakukan koordinasi cepat untuk memastikan sistem pelayanan tetap aman dan siaga. Ia menghubungi Dinas Kesehatan Kota Bandung serta seluruh direktur rumah sakit di Kota Bandung.
“Saya langsung telepon Dinas Kesehatan dan seluruh direktur rumah sakit. Perintahnya jelas, kejadian seperti itu tidak boleh terjadi di Kota Bandung,” ujarnya
Instruksi tersebut berlaku untuk seluruh fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Lebih lanjut, Farhan menegaskan pentingnya pengawasan berlapis guna mencegah kelalaian serupa di masa mendatang.
“Kita ingin pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan profesional. Tidak boleh ada ruang untuk kelalaian,” pungkasnya.
Reporter: Samsuir

