Kemensos dan PKP Perkuat Sinergi Program Sekolah Rakyat dan 3 Juta Rumah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/5). (Foto: Dok. Kemensos)

TRANS
TV 
JABAR | JAKARTA
 - Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sepakat bekerja sama dalam program renovasi rumah tidak layak huni bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai pertemuan dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Gus Ipul menyebut program ini bagian dari pengentasan kemiskinan dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025, yang mengintegrasikan pendidikan anak dengan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Dimana anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis presiden yang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemensos mengusulkan 10 ribu rumah untuk direnovasi pada tahun ini, dan sekitar 5 ribu rumah telah dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan verifikasi lapangan.

“Yang sekarang sudah clear and clean itu ada 5 ribu. Karena harus ada syarat, misalnya soal kepemilikan lahan,” kata Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat saat ini tersebar di 166 titik dengan sekitar 14.913 siswa dan 13.942 orang tua yang menjadi sasaran intervensi sosial dan perumahan.

Sementara itu, Maruarar Sirait menegaskan dukungan penuh program tersebut dan memastikan Kementerian PKP siap mengalokasikan anggaran renovasi 10 ribu rumah sesuai usulan Kemensos.

“Kami memutuskan mengalokasikan 10 ribu rumah, kami setujui dan kami dukung,” tegasnya.

Ia juga meminta data rumah yang akan direnovasi segera dilengkapi paling lambat 1 Juni 2026 agar program dapat segera berjalan. 

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas backlog perumahan nasional yang mencapai sekitar 26,9 juta rumah sebagai tantangan besar yang perlu segera diatasi.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penanganan rumah tidak layak huni serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan terpadu antara pendidikan dan perumahan.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


 👁  1.173 
Lebih baru Lebih lama