Kolaborasi Hijau Garut Tanam 112 Pohon, Perkuat Gerakan Pelestarian Alam

bersama Green Forest Indonesia dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (FAHUTAN UNWIM)
Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama Green Forest Indonesia dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (Foto: dok. Rian Sagita)

TRANS
TV 
JABAR | GARUT
- Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan kerusakan lingkungan, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut terus menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata pelestarian alam di Kabupaten Garut.

Komunitas tersebut kembali menggelar kegiatan bertajuk Hijaukan Bumi, Lestarikan Negeri bersama Green Forest Indonesia dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (FAHUTAN UNWIM) di kawasan Puncak Batu dan Gunung Congkrang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Sabtu (23/5)

Kegiatan tidak hanya difokuskan pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem dan sumber mata air secara berkelanjutan.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut menegaskan gerakan penghijauan harus dilakukan secara konsisten hingga tahap perawatan pohon.

“Gerakan kolaborasi ini tidak akan berhenti pada seremoni penanaman. Setelah ditanam, pohon harus dipelihara dan dijaga sampai benar-benar tumbuh besar dan memberi manfaat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 112 pohon ditanam di sejumlah titik kawasan konservasi, terdiri dari eukaliptus rainbow, mahoni, dan beringin.

Paguyuban Kolaborasi Hijau juga memiliki tradisi menanam pohon beringin bagi setiap kolaborator baru sebagai simbol kehidupan, perlindungan, dan keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa FAHUTAN UNWIM turut menanam dua pohon beringin di kawasan mata air Puncak Batu sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam.

Rizki dari Green Forest Indonesia mengapresiasi konsistensi gerakan lingkungan yang terus dilakukan masyarakat di Garut.

“Hari ini ancaman lingkungan semakin serius. Karena itu saya sangat senang masih ada masyarakat yang benar-benar peduli dan sadar untuk menjaga alam,” katanya.

Selain penanaman pohon, peserta juga diajak menyusuri kawasan Gunung Congkrang dan mengunjungi Leuweung Panganten Kolaborasi Hijau yang kini menjadi ruang edukasi konservasi bagi masyarakat dan generasi muda.

Melalui gerakan tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut ingin menegaskan bahwa menjaga bumi membutuhkan aksi nyata, konsistensi, dan kepedulian bersama demi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRANSTV JABAR


973  
Lebih baru Lebih lama