Pertumbuhan 5,61 Persen, Rupiah Melemah; Pemerintah Diingatkan Waspadai Risiko Struktural


Pengamat kebijakan publik dan ekonomi, Wilson Lalengke (Foto: Dok. Fadilah. A)
Pengamat kebijakan publik dan ekonomi, Wilson Lalengke (Foto: Dok. F. A)

TRANS
TV 
JABAR | J
AKARTA - Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026, melampaui target 5,5 persen dan disebut sebagai sinyal positif.

Namun, di saat yang sama, nilai tukar rupiah justru melemah hingga Rp17.394 per dolar AS, menimbulkan keraguan terhadap kekuatan fundamental ekonomi nasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi selama Ramadan, peningkatan transaksi digital, serta sektor jasa seperti perhotelan dan transportasi.

“Ini menunjukkan ekonomi tetap tumbuh kuat,” ujarnya.

Meski demikian, secara kuartalan ekonomi tercatat terkontraksi 0,77 persen. Kondisi ini menandakan struktur pertumbuhan masih bertumpu pada konsumsi jangka pendek.

Pengamat kebijakan publik dan ekonomi, Wilson Lalengke, menilai Indonesia memiliki potensi besar, namun pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan penguatan struktur ekonomi.

“Pertumbuhan tidak cukup tinggi secara angka, tetapi harus kuat secara struktur melalui diversifikasi ekspor, penguatan industri, stabilitas nilai tukar, dan peningkatan produktivitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyajian data ekonomi.

“Data ekonomi perlu disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan optimisme semu. Pertumbuhan tinggi harus diiringi kualitas dan ketahanan ekonomi yang kuat,” tegasnya.

Dari sisi domestik, tekanan inflasi pada sektor energi dan pangan berpotensi menekan daya beli masyarakat. Kenaikan harga bahan bakar, listrik, dan kebutuhan pokok dinilai dapat memperlambat konsumsi rumah tangga.

Dalam situasi tersebut, pemerintah didorong memperkuat langkah mitigasi melalui stabilitas sosial, penyesuaian anggaran, serta optimalisasi kebijakan fiskal untuk menahan tekanan ekonomi.

Pertumbuhan dan pelemahan nilai tukar mencerminkan dua sisi yang berjalan beriringan antara optimisme dan kewaspadaan.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


 👁  2.343 

Lebih baru Lebih lama