![]() |
| Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur. (Foto: Rian Sagita) |
Pantauan di lokasi memperlihatkan sejumlah pasien dirawat di atas brankar yang berjajar hingga lorong menuju lobi rumah sakit. Sementara keluarga pasien terpaksa menunggu di lantai akibat terbatasnya kapasitas ruang tunggu.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kapasitas layanan IGD RSUD Sayang Cianjur di tengah tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Saat wartawan mendokumentasikan kondisi di lokasi, seorang petugas keamanan melarang pengambilan gambar. Larangan tersebut sempat memicu perdebatan dengan wartawan.
"Jangan ambil gambar. Disuruh atasan," ujar petugas keamanan yang enggan menyebutkan identitasnya.
Kondisi overkapasitas di IGD dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.
Sejumlah pihak juga mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melakukan evaluasi terhadap kapasitas dan sistem pelayanan IGD RSUD Sayang Cianjur guna mengantisipasi terulangnya kondisi serupa.
Transparansi terkait penyebab lonjakan pasien dan langkah penanganan yang disiapkan rumah sakit dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat serta menjaga kualitas pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini dirilis, pihak RSUD Sayang Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan pasien di IGD. Upaya konfirmasi kepada manajemen rumah sakit juga belum mendapat tanggapan.
Reporter: Rian Sagita
Redaksi: TRANSTV JABAR
638
