![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja petani dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. (Foto: dok. Yudi) |
Jumlah tersebut meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 7,30 juta ton GKG. Capaian itu menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, melampaui Jawa Tengah dengan 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kerja keras para petani dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga produktivitas sektor pertanian.
"Capaian ini menunjukkan kerja keras para petani dan seluruh stakeholder pertanian Jawa Timur memberikan hasil nyata. Kami mengapresiasi semua pihak yang terus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Khofifah, peningkatan produksi tersebut menunjukkan sektor pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
Data BPS juga mencatat luas panen padi di Jawa Timur pada Januari–Juli 2026 mencapai 1,38 juta hektare, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,30 juta hektare.
Pemprov Jawa Timur terus mendorong peningkatan luas tanam, penggunaan benih unggul, penguatan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim.
"Melalui sinergi seluruh pihak, kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia," tegas Khofifah.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pelaku pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: TRANSTV JABAR
614
