![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN Kita mengenai kinerja APBN dan perkembangan ekonomi nasional. (Foto: Dok. F. A/Kemenkeu) |
Pertumbuhan tersebut didorong penerimaan pajak sebesar Rp834,4 triliun yang meningkat 22,1 persen, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp123,8 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp226,4 triliun yang tumbuh 19,9 persen.
Di sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN. Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp1.059,3 triliun, sementara Transfer ke Daerah terealisasi Rp306,1 triliun.
Meski APBN mencatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kondisi fiskal dinilai tetap sehat. Keseimbangan primer bahkan masih mencatat surplus Rp58,6 triliun.
Pemerintah juga mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada Triwulan I 2026. Sementara inflasi Mei 2026 berada di level 3,08 persen dan masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia.
"Ekonomi kita tumbuh lumayan 5,61 persen. Ke depan, diharapkan meningkat lebih cepat. Sementara itu, inflasi tetap terkendali meski di level 3,08 persen, namun masih berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen," ujar Purbaya.
Menurut purbaya, dari sektor industri, Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2026 berada di level 50,0 dan kembali masuk zona ekspansi.
"Artinya, perekonomian global menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini diharapkan berdampak positif terhadap ekspor, sektor manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.
Selain itu, surplus neraca perdagangan berlanjut selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026. Aliran modal asing masuk pada Triwulan II 2026 juga mencapai Rp60,9 triliun, terutama pada instrumen SBN dan SRBI.
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga APBN sebagai instrumen utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas nasional, serta memperkuat pembangunan yang inklunsif dan berkelanjutan.
Reporter: F. A. Fadilah, A
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.227
