Wamendagri Bima Arya Tekankan Konsistensi Visi Kunci Indonesia Emas 2045 di Student Day Pakuan Bogor

Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menghadiri Student Day Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. (Foto: F. A/Puspen Kemendagri)
Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menghadiri Student Day Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. (Foto: F. A/PPK)

TRANS
TV 
JABAR | BOGOR
- Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak dapat dicapai tanpa adanya konsistensi visi pembangunan dan penguatan kemandirian bangsa sebagai fondasi utama.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Student Day Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan yang digelar di kawasan Taman Bukit Palem Resort, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

Dalam paparannya, Bima menekankan bahwa negara maju selalu ditopang oleh keberlanjutan arah kebijakan yang tidak berubah setiap pergantian kepemimpinan.

“Cerita tentang negara maju adalah cerita tentang keberlanjutan,” ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa negara yang mampu menjaga stabilitas arah6 pembangunan, termasuk Singapura, yang menurutnya berhasil karena konsistensi kebijakan lintas generasi kepemimpinan.

Bima juga menyoroti pentingnya kemandirian nasional yang harus berjalan beriringan dengan efektivitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, sekuat apa pun potensi sumber daya manusia dan sistem demokrasi, tanpa pemerintahan yang berjalan efektif hasilnya tidak akan optimal.

“Kalau pemerintahan tidak berjalan, sehebat apa pun SDM dan sistem demokrasi kita, hasilnya tetap tidak akan maksimal,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil dalam mendorong inovasi serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Bima juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk nilai tukar dan harga energi.

“Geopolitik sangat berpengaruh, dari dolar sampai minyak, semuanya berdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah menjadi kunci penting dalam memperkuat birokrasi dan efektivitas kebijakan publik di masa depan.

Acara tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Pakuan Didik Notosudjono, Dekan Sekolah Pascasarjana Sri Setyaningsih, serta jajaran civitas akademika Universitas Pakuan.

Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR


845  
Lebih baru Lebih lama