![]() |
| Foto bersama di depan Kantor Kedutaan Besar Bulgaria, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, sebelum pertemuan bisnis Indonesia-Bulgaria, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. Wilson Lalengke) |
Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria, Alexander Poulev, dengan sejumlah pelaku usaha dan asosiasi bisnis Indonesia.
Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, H.E. Dr. Tanya Dimitrova, mengatakan momentum 70 tahun hubungan diplomatik menjadi untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam forum tersebut, Poulev memaparkan peluang investasi di Bulgaria, termasuk pajak flat rate 10 persen dan penyederhanaan prosedur investasi. Pemerintah Bulgaria juga siap menjadi single contact point bagi investor.
Pembahasan kerja sama mencakup sektor logistik dan manufaktur, termasuk rencana pengembangan zona ekonomi atau industri dengan skema Public-Private Partnership (PPP).
Kedua pihak juga membahas pengembangan agribisnis berkelanjutan, teknologi tinggi dan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, serta pertukaran pengetahuan dan know-how.
Dari Indonesia, forum dihadiri perwakilan KADIN Indonesia, APINDO, Jababeka Group, DANANTARA, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Perkebunan Nusantara (PTPN), serta sejumlah pelaku usaha lainnya.
Dalam diskusi yang dipimpin Atase Perdagangan Kedutaan Besar Bulgaria, Daniel Dobrev, kedua pihak turut membahas peluang pemanfaatan hibah dan fasilitas pendanaan Uni Eropa untuk mendukung proyek bilateral.
Pengamat hubungan internasional Wilson Lalengke mengapresiasi forum tersebut. Ia menilai penguatan perdagangan dan investasi dapat memperluas kerja sama Indonesia-Bulgaria di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Ia menilai momentum 70 tahun hubungan diplomatik perlu diarahkan pada kerja sama yang konkret, terutama di sektor ekonomi, teknologi, pertanian, dan investasi.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menjaga dialog bisnis secara berkelanjutan dan mendorong terbentuknya proyek kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Reporter: F. A. Fadilah. A
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.013
