Pantai Gading Tegaskan Dukungan Integritas Maroko di Sahara, Wilson Lalengke Sebut Dukung Stabilitas Internasional

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Pantai Gading Nialé Kaba (Foto: dok. Persisma)
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Pantai Gading Nialé Kaba (Foto: dok. Persisma)

TRANS
TV 
JABAR | INTERNASIONAL | RABAT - Republik Pantai Gading (Côte d’Ivoire) kembali menegaskan dukungan penuh terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Kerajaan Maroko, termasuk wilayah Sahara, dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi di Rabat, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut tertuang dalam Komunike Bersama usai pertemuan antara Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Pantai Gading Nialé Kaba.

Dalam forum tersebut, Pantai Gading kembali menegaskan sikap konsisten mendukung integritas teritorial Maroko serta menyambut Resolusi 2797 Dewan Keamanan PBB yang dinilai sebagai solusi penyelesaian konflik.

Nialé Kaba menyatakan bahwa negaranya secara tegas menghormati kedaulatan penuh Maroko dan mendukung pendekatan otonomi sebagai jalan yang dinilai kredibel dan berkelanjutan dalam penyelesaian isu regional tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan Pantai Gading, termasuk pembukaan Konsulat Jenderal di Laayoune pada 2020 yang disebut sebagai simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Ketua Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisama), Wilson Lalengke, menilai sikap konsisten Pantai Gading sebagai bentuk penguatan legitimasi internasional terhadap posisi Maroko.

“Langkah konsisten Republik Pantai Gading merupakan bentuk validasi hukum internasional yang sangat objektif,” ujar Wilson Lalengke, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menilai dukungan tersebut mencerminkan semakin menguatnya penerimaan terhadap skema otonomi sebagai solusi politik di kawasan tersebut serta memperkuat stabilitas regional di Afrika Utara.

Wilson menambahkan bahwa pengakuan diplomatik tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan damai dan kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Reporter: F. A. Fadilah, A
Sumber: PERSISMA
Redaksi: TRANSTV JABAR


971  
Lebih baru Lebih lama