![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: dok. Yudi) |
Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur itu menunjukkan tren positif kondisi ketenagakerjaan di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penurunan pengangguran menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, pengangguran di Jawa Timur semakin terkendali. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi terus bergerak positif dan mampu menyerap tenaga kerja secara lebih luas,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (23/5/2026).
Selain itu, TPT lulusan SMK juga menurun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,87 persen. Sementara lulusan universitas justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,04 persen.
Menurut Khofifah, capaian tersebut dipengaruhi berbagai program strategis pemerintah daerah, termasuk penguatan pendidikan vokasi dan perluasan peluang kerja luar negeri.
Pada 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta dinyatakan lolos dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur juga meningkat menjadi 74,78 persen dengan jumlah angkatan kerja mencapai 25,14 juta orang. Adapun jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 24,25 juta orang.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 31,76 persen.
Meski demikian, Khofifah mengakui tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar karena dominasi pekerja informal yang mencapai 64,44 persen.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen terus memperkuat sektor industri, UMKM, pendidikan vokasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna memperluas lapangan kerja formal di masa mendatang.
Reporter: Tri Yudi
Redaksi: TRANSTV JABAR
1.236
Tags
Pemerintahan
