TRANSTV JABAR | JAKARTA - Pemerintah memastikan tidak akan melanjutkan pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG) pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini ditegaskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai bagian dari penajaman belanja negara agar lebih tepat sasaran.
“Untuk tahun ini sudah dipastikan tidak ada pengadaan baru,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan konfirmasi internal dengan Badan Gizi Nasional. Ia juga mengakui adanya miskomunikasi dalam proses pengajuan sebelumnya, yang diduga terjadi sebelum dirinya menjabat.
Purbaya menegaskan, ke depan pengawasan terhadap program pemerintah akan diperketat, termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna mencegah celah administratif maupun perbedaan interpretasi kebijakan.
Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari anggaran 2025 yang telah melalui mekanisme resmi dan masuk dalam skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Ia menyebut, hingga batas akhir 20 Maret 2026, realisasi pengadaan mencapai 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari target 25.644 unit. Sisa anggaran yang tidak terserap telah dikembalikan ke kas negara sesuai prosedur.
Dadan juga meluruskan informasi yang beredar terkait jumlah pengadaan. Ia menegaskan bahwa angka hingga 70 ribu unit tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.
Dengan dihentikannya pengadaan baru pada 2026, pemerintah kini fokus pada evaluasi efektivitas program yang telah berjalan, sekaligus menjaga disiplin fiskal di tengah meningkatnya kebutuhan layanan publik berbasis gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Redaksi: TRANSTV JABAR
>> Post Views 1.232 👁
TRANSTV JABAR
Media Universal Berwawasan Profesional
